Kamis, 08 Desember 2011

kesehatan reproduksi


Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi & Cara Mengetahui Kesehatan Vagina Kita
Di zaman yang sudah moderen ini, masih saja banyak perempuan yang mengalami masalah pada organ reproduksinya seperti infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual, keputihan, kanker serviks, kanker rahim dan penyakit-penyakit serius lainya. Hal ini tentu tidak terlepas dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Melalui artikel ini kami berharap ke depannya ada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan dapat menyampaikan informasi ini kepada keluarga dan teman-teman terdekat.   
Hal yang paling utama agar kesehatan reproduksi tetap terjaga adalah dengan melakukan  pencegahan di antaranya dengan cara :
  • Mencuci alat kelamin dengan benar
  • Setelah buang air, cucilah tangan dengan sabun atau larutan PK
  • Setelah buang air besar, siramkan air dari arah depan (kemaluan) ke belakang (anus) dan jangan sebaliknya. 
  • Hindari penggunaan sabun bersoda tinggi di wilayah vagina, jika ingin menggunakan, sebaiknya gunakan sabun yang lunak (dengan pH 3,5).
  • Hindari penggunaan cairan kimia pewangi/cairan khusus pembersih vagina karena akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina.  Bila terlalu sering dipakai, justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.  Akibatnya, muncul gatal-gatal atau keluhan di daerah organ intim.
  • Keringkan wilayah vagina dengan handuk bersih, lembut dan kering, jangan digosok-gosok.
  • Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari.
  • Pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. 
  • Hindari memakai celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan.
  • Di waktu haid, gantilah pembalut setiap kali terasa telah basah atau lebih dari 3 jam, dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut.  Pembalut yang dipakai pilih yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.
  • Gantilah pembalut sehabis buang air, meskipun tampak masih bersih ketika haid telah hampir selesai.
  • Di toilet umum, sebelumnya siram dahulu (flushing) toilet yang akan dipakai setelah menutup tutup toiletnya. Setelah selesai buang air, tutup dahulu tutup toilet baru disiram. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember.  Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina).  Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10-20% jamur yang sama.
  • Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.
  • Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari.  Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak saja, dan sebaiknya jangan memilih pantyliner yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit.  Daripada memakai pantyliner setiap hari lebih baik membawa celana dalam untuk ganti.

Cukup mudah bukan untuk dilakukan?
Sedangkan untuk mengetahui sehat atau tidaknya vagina kita, langkah awal yang perlu diketahui:
1.    Perhatikan cairan vagina; cairan vagina dihasilkan oleh tiap perempuan, terutama yang telah mengalami menstruasi.  Bentuk cairan ada yang kental dan ada yang cair.  Bila cairan itu berwarna bening, cair dan tidak beraroma dan tidak gatal, tandanya vagina anda sehat.  Namun bila cairan itu kental, berwarna kuning, hijau atau pekat dan beraroma tidak enak, besar kemungkinan vagina anda mengalami infeksi.
2.       Lakukan pemeriksaan rutin; raba dan perhatikan vagina.  Bila ada benjolan pada bagian-bagian tertentu, segera periksakan diri ke dokter.  Bisa saja terjadi penyumbatan pada saluran disebabkan oleh infeksi.  Perhatikan dengan menggunakan cermin, kelebihan berat tubuh dapat mempengaruhi warna pada vagina, demikian juga dengan usia.  Semakin gemuk/semakin meningkatnya usia, warnanya akan semakin gelap.
3.    Perhatikan saat membersihkan; membersihkan vagina perlu menggunakan trik khusus agar kuman yang ada di bagian belakang dekat anus tidak pindah ke bagian depan.  Bersihkan vagina dari bagian depan ke belakang.  Jangan melakukannya berulang-ulang, karena tetap saja kuman dapat pindah.  Bila ingin mengulangnya, cuci tangan beberapa kali baru melakukannya sekali lagi.  Demikian juga saat mengeringkannya.  Lakukan dengan menggerakkan tangan dari bagian depan ke belakang dan bila ingin mengulanginya lagi, lipat kain pengeringnya agar tidak mengulang di tempat yang sama.
4.   Jangan obati sendiri; bila anda mengalami gejala-gejala infeksi pada vagina, jangan langsung mengobati sendiri dengan membeli obat bebas di apotek.  Anda lebih baik pergi dan periksa ke dokter agar dapat membedakan diagnosa yang tepat.  Jangan sembarangan mengkonsumsi obat tanpa petunjuk dokter bila tidak ingin mengalami efek samping yang justru merugikan diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar